Bahagia sekali pagi ini, ditemani olehnya sarapan di taman kota. Ah, ya, saya selalu menginginkan momen-momen kecil seperti ini. Waktu pulang, kami mampir melihat sebuah pawai drum band di depan gedung negara. Fun, at first.
Tapi saat mau pulang, tiba-tiba moodku drop. Dia bertemu dengan seseorang, seseorang yang sepertinya sangat care dan sayang padanya. Bukan, bukan seorang perempuan cantik yang sebaya dengan kami. Hanya seorang ibu-ibu dan dua anaknya. Tapi yang jelas, wanita itu seperti kehilangan sosok lelakiku beberapa tahun belakangan. Dari obrolannya saja, aku sudah bisa menangkap siapa perempuan itu.
Walaupun begitu aku tanyakan lagi padanya saat pulang, siapa dia ?
"Saudaranya **** "
Ya terjawab juga, dan moodku drop. Bukan karena apa-apa, tapi ... entahlah, dari cara obrolannya itu. Aku nggak suka. Wanita itu sangat menyayanginya seperti layaknya saudara. Padahal bukan, dan aku merasa tidak ada di part itu. I hate it.
Tapi aku nggak bisa apa-apa. It was past. Gak perlu diungkit2. Walau tetap saja aku tidak bisa menaikkan moodku lagi saat dia mengantarku pulang ke rumah.
I'm sorry, dear.
Maybe next time I'll learn to be more patient ....