Rasa rindu itu absurd, saat aku bilang aku merindukanmu dengan sangat aku tidak bisa merealisasikannya dengan menemuimu, karena atas dasar apa ? Ketidaknyamananku pada orang tuaku ? ah entahlah, sepertinya begitu mudah saat kita tinggal berdekatan, kita ada di satu area, satu area yang mungkin hanya perlu jalan kaki saja untuk bisa bertemu. Tapi itu belum terjadi, dan tidak akan terealisasi seandainya kita tidak mengikrarkan hubungan kita ke jenjang yang lebih dari sekedar pacaran.
Kenapa absurd ? Karena saat akhirnya aku bertemu denganmu, aku tidak mengekspresikannya dengan benar. I stud there. Cuma sekali-sekali memandang kamu. Holding hands if it's particular. And then what ? Kenapa rasa rindu itu ada ? Kenapa rasa rindu itu terlalu menggebu-gebu?
Kenapa harus ada "kita", cuma Tuhan yang tau jawabnya.
Damn, obrolanku mulai ngalor ngidul, I just missing you right now ... saat kita bertemu ? entahlah, mungkin aku hanya ingin melihatmu tersenyum. Itu saja.