Minggu, 24 Oktober 2010

Mood

Bahagia sekali pagi ini, ditemani olehnya sarapan di taman kota. Ah, ya, saya selalu menginginkan momen-momen kecil seperti ini. Waktu pulang, kami mampir melihat sebuah pawai drum band di depan gedung negara. Fun, at first.

Tapi saat mau pulang, tiba-tiba moodku drop. Dia bertemu dengan seseorang, seseorang yang sepertinya sangat care dan sayang padanya. Bukan, bukan seorang perempuan cantik yang sebaya dengan kami. Hanya seorang ibu-ibu dan dua anaknya. Tapi yang jelas, wanita itu seperti kehilangan sosok lelakiku beberapa tahun belakangan. Dari obrolannya saja, aku sudah bisa menangkap siapa perempuan itu.
Walaupun begitu aku tanyakan lagi padanya saat pulang, siapa dia ?
"Saudaranya **** "
Ya terjawab juga, dan moodku drop. Bukan karena apa-apa, tapi ... entahlah, dari cara obrolannya itu. Aku nggak suka. Wanita itu sangat menyayanginya seperti layaknya saudara. Padahal bukan, dan aku merasa tidak ada di part itu. I hate it.
Tapi aku nggak bisa apa-apa. It was past. Gak perlu diungkit2. Walau tetap saja aku tidak bisa menaikkan moodku lagi saat dia mengantarku pulang ke rumah.
I'm sorry, dear.
Maybe next time I'll learn to be more patient ....

Sabtu, 23 Oktober 2010

Beware

So I start my own business today, semoga bisa sukses. Dan bisa benar-benar berjalan, karena kadang aku terlalu nyaman dalam hidupku. Beware !!!

*minta orang ngethok kepalaku kalau aku nakal*

takbole

Tentang perhatian

Kali ini kamu benar, dengan segala kata-katamu yang menusuk. Seharusnya aku yang mawas diri, kalau tidak semua orang seperti keluargaku yang akan selalu memperhatikanku. Kamu yang aku aggap akan selalu membuat aku tenang, juga belum tentu bisa selalu memperhatikanku. Aku tersenyum sekarang, menganggap semua pasti ada resikonya. Aku mencintai kamu, berarti aku beresiko tidak mendapatkan perhatian yang 100% dari kamu. But it's okay, really ... dari kamu aku belajar kok, untuk cuek pada hal-hal yang nggak perlu aku perhatikan. Berarti aku belajar untuk tidak diperhatikan orang lain juga.
And guess what, aku nggak perlu kamu perhatikan hari ini, karena sudah banyak yang akan kuperhatikan hari ini. Jadi, tenang saja ya sayang, aku tidak akan merong-rongmu hari ini ...

senyum

Jumat, 22 Oktober 2010

Absurd (tetap)

Cinta itu absurd, aku tau kamu itu orang yang sangat menyebalkan. Kadang kamu punya pemikiran yang aku nggak ngerti kenapa sangat berbeda denganku.
Lucu, kenapa masih saja aku mematuk diri dan mengatakan aku yang salah, padahal kau belum tentu selalu benar. Mungkin ini namanya kompromi, harus ada yang mengalah. But damn, sometimes I just need to shout my mouth up, jadi nggak perlu ada debat-debatan nggak penting. Jadi aku nggak perlu membuat diriku merasa bersalah, jadi semakin lama kita nggak ketemu, semakin kita saling merindukan saja, bukannya saling menyalahkan ... ah, absurd (tetap)

Kamis, 21 Oktober 2010

Perempuan itu

Entah bagaimana ceritanya ... tapi yang aku baca dan coba pahami, bahwa perjuangan tidak berakhir selama 10 tahun. Entah dengan ketidaksetujuan orang-orang di sekitarnya, orang tuanya mungkin, tapi dia tidak menyerah. Membuatku ingin bertahan juga padanya. Apa yang membuatku sangat yakin padanya, ya Allah ? Katakan padaku ? Begitu banyak laki-laki yang jauh lebih "sempurna" dibanding dirinya ... kenapa aku memilihnya ??