Kamis, 09 Desember 2010

After 3 days

Aku tidak menangis lagi 3 hari ini, walau aku akui aku masih merindukanmu ... masih suka melihat beribu sms yang kau kirim selama setahun ini, gila! aku masih saja menyimpannya. Aku hanya tidak sempat menghapusnya, dan akhirnya menjadi ragu untuk menghapusnya.

Kau bilang kita tidak berjodoh, mungkin kata itu tidak tepat, kita berjodoh tentu saja, kita telah berjodoh untuk bertemu dan saling mencintai. Tapi jodoh kita hanya sampai setahun saja, karena Allah berkehendak lain. 

Aku sakit 2 hari ini, apa kau tidak merasakannya ? Ah ya, itu bukan urusanmu lagi. Seandainyapun kau disana juga sakit, aku juga tidak akan tau. Tapi aku tetap masih memikirkanmu. 

Tapi, aku akan berusaha yang terbaik untuk tetap menjaga janjiku untuk tidak menghubungimu. Aku tidak akan bergantung padamu. Walaupun dulu kita pernah berjanji akan menjadi sahabat. Entah kenapa aku belum bisa melakukannya. Ada sebuah tembok besar bernama perasaan yang ada disana.

So long, my dear ... I love you, still ... and I miss you now
Be good, be tough, be everything that you want :)

Jumat, 26 November 2010

Terlalu menyakitkan

Ya, aku baru sadar malam ini, kamu yang memutuskan kali ini. Bukan aku. Dengan itu kau berusaha dengan sangat untuk melupakanmu, seperti janjimu.
Dulu, akulah yang berusaha memisahkan diri, dan kaulah yang sering bilang kalau kau merindukanku. Dan sekarang, yang sebaliknya yang terjadi dan aku baru tau rasanya kalau ini semua menyakitkan ... sangat ...
Terlalu menyakitkan saat semua hal yang kita impikan tidak bisa kita miliki ... terlalu menyakitkan disetir orang lain ... terlalu menyakitkan menjadi orang yang bukan diriku ... begitu menyakitkan tidak punya hak lagi atas dirimu.
Baiklah ... aku akan benar-benar berusaha melupakanmu, mas ... I will find my happiness again ...

Selasa, 16 November 2010

Berjodohkah kita ?

Apakah sebenarnya kita berjodoh, sayangku ?

Aku rasa memang tidak, tapi aku bukan Tuhan, dan tidak mungkin aku tau tentang masa depan. But guess what, masih ada sedikit keyakinan dalam hatiku. Walaupun sedikit, tapi apapun yang dipupuk dari kecil, pasti besar juga akhirnya.

I don't know, aku terlalu suka semua tentangmu, senyummu, perhatianmu, nasehatmu, I know it's simple, but you always making me happy ...

But somehow, di dunia ini semua hal yang perfect diperhitungkan, like She does ... padahal belum tentu aku butuh sesuatu yang perfect. Oh, God, I don't know ... diriMu lah yang paling tau apa yang akan terjadi di masa depan dan paling tau apa yang aku butuhkan. Bisakah aku mengintip sedikit, Ya Allah ?

Ah, saya berusaha saja lah ... :(

Selasa, 02 November 2010

What's wrong with you

See, one day you said I'm not important, the other day you said you need me. Gosh ... what's wrong with you ... Rasanya pengen muntab setiap kali kamu melakukan ini padaku. Are you testing me ? or just some stupid question on your brain. Kamu bikin aku gila, gila karena cinta sama kamu, dan gila dengan sikap kamu ... Stop doing this, just make it official *it's all I need*

Senin, 01 November 2010

Kamu

Kamu selalu bertanya tentang keyakinanku, sekarang aku bahkan takut kamulah yang selama ini tidak yakin padaku. Sampai aku bertanya, seberapa aku penting bagimu. Oh right, ternyata aku tidak sebegitu penting. But guess what, kamu terlalu penting buat aku, kamu membuat hidupku punya tujuan, dan itu kamu. Kamu boleh anggap aku naif, tapi aku manusia yang punya hati dan perasaan. Yang kadang memang terlalu tipis lapisannya, sehingga begitu mudah tersakiti. Kamu, anehnya juga seperti itu, sensitif, walaupun tidak mau mengakuinya. Kamu selalu membiarkan aku pergi, karena bagimu percuma saat aku dimiliki orang lain dan mencoba mempertahankanku. Trauma kau bilang, tapi membuatku tampak seperti orang bodoh yang dimanfaatkan. Dicoba saja. Terlalu banyak kata manismu yang membuai aku, terlalu banyak sehingga membuatku percaya padamu. Mempercayakan hatiku yang rapuh ke kamu. 

Sekarang terserah kamu, I'm half blank, because I still trust you and stupidly crazy in love with you. Yes, love indeed blind.